Wednesday, March 4, 2015

Cara membuat pupuk kompos metode aerob

Cara membuat kompos
Dilihat dari proses pembuatannya terdapat dua macam cara membuat kompos, yaitu melalui proses aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda.

Cara membuat kompos metode aerob
Proses pembuatan kompos aerob sebaiknya dilakukan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Karakter dan jenis bahan baku yang cocok untuk pengomposan aerob adalah material organik yang mempunyai perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N) kecil (dibawah 30:1), kadar air 40-50% dan pH sekitar 6-8. Contohnya adalah hijauan leguminosa, jerami, pelepah batang pisang dan kotoran unggas. Apabila kekurangan bahan yang megandung karbon, bisa ditambahkan arang sekam padi ke dalam adonan pupuk.

Cara membuat kompos aerob memakan waktu 40-50 hari. Perlu ketekunan untuk membuat kompos dengan metode ini. Kita harus mengontrol dengan seksama suhu dan kelembaban kompos saat proses pengomposan berlangsung. Secara berkala, tumpukan kompos harus dibalik untuk menstabilkan suhu dan kelembabannya.
Berikut ini cara membuat kompos aerob menurut “alamtani”:
  • Siapkan lahan seluas 10 meter persegi untuk tempat pengomposan. Lebih baik apabila tempat pengomposan diberi peneduh untuk menghindari hujan.
  • Buat bak atau kotak persegi empat dari papan kayu dengan lebar 1 meter dan panjang 1,5 meter. Pilih papan kayu yang memiliki lebar 30-40 cm
  • Siapkan material organik dari sisa-sisa tanaman, bisa juga dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik tersebut hingga menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil potongan bahan organik semakin baik. Namun jangan sampai terlalu halus, agar aerasi bisa berlangsung sempurna saat pengomposan berlangsung.
  • Masukkan bahan organik yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, kemudidan padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh

Siram bahan baku kompos yang sudah tersusun dalam kotak kayu untuk memberikan kelembaban. Untuk mempercepat proses pengomposan bisa ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke dalam tumpukan kompos tersebut. Setelah itu, naikkan bak papan ke atas kemudian tambahkan lagi bahan-bahan lain. Lakukan terus hingga ketinggian kompos sekitar 1,5 meter.

Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik hingga 65oC, biarkan keadaan yang panas ini hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma. Perlu diperhatikan, proses pembiaran jangan sampai lebih dari 4 hari karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Apabila mikroorganisme dekomposer ikut mati, maka pematangan kompos akan lebih lama.

Setelah hari ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme dekomposer. Jaga suhu optimum pengomposan pada kisaran 45-60oC dan kelembaban pada 40-50%. Cara menjaga suhu adalah dengan membolak-balik kompos, sedangkan untuk menjaga kelembaban siram kompos dengan air. Pada kondisi ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita bisa menutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, sekaligus juga melindungi kompos dari siraman air hujan.

Cara membalik kompos sebaiknya dilakukan dengan tahapan berikut. Angkat bak kayu, lepaskan dari tumpukan kompos. Lalu letakan persis disamping tumpukan kompos. Kemudian pindahkan bagian kompos yang paling atas kedalam bak kayu tersebut sambil diaduk. Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal. Lakukan terus hingga seluruh tumpukan kompos berpindah kesampingnya, dengan begitu, semua kompos dipastikan sudah terbalik. Proses pembalikan sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali sampai proses pengomposan selesai, atau balik apabila suhu dan kelembaban melebihi batas yang ditentukan.

Apabila suhu sudah stabil dibawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses pembalikan. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari.
Secara teoritis, proses pengomposan selesai setelah 40-50 hari. Namun kenyataannya bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung dari keadaan dekomposer dan bahan baku kompos. Pupuk kompos yang telah matang dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tidak berbau.

di kemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di tempat kering dan teduh.
Proses pembuatan kompos aerob cocok untuk memproduksi kompos dalam jumlah besar. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah.
Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu yang telah mengalami pelapukan secara sempurna, ditandai dengan perubahan warna dari bahan pembentuknya (hitam kecokelatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang rendah, dan memiliki suhu ruang.

Syarat media yang baik untuk pesemaian

Media pesemaian yang baik sangat penting dan dapat menunjang pertumbuhan bibit tanaman di pesemaian. Media pesemaian perlu disiapkan sesuai kriteria atau persyaratan masing-masing bahan untuk dapat menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya tanaman. Media pesemaian/pembibitan merupakan media yang digunakan untuk menumbuhkan bahan tanam hingga menjadi bibit yang siap tanam

Syarat media yang baik untuk pesemaian, antara lain :
a. Tidak mengandung racun atau zat-zat yang dapat menghambat perkecambahan
b. Dapat menyediakan air dalam jumlah yang memadai selama proses perkecambahan
c. Media pesemaian harus menyediakan nutrisi bagi pertumbuhan bibit
d. Media pesemaiann harus dapat menyediakan oksigen yang cukup selama proses perkecambahan
e. Media pesemaian harus dapat memberi peluang yang sama (homogen) selama 
    proses perkecambahan
f. Media pesemaian tidak mudah rusak selama proses perkecambahan.
 
Media pesemaian sebagai awal tempat tumbuhnya bahan tanam harus dapat menopang tanaman untuk berdiri tegak, menyediakan air dan udara serta dapat menyediakan unsur hara yang diperlukan bibit tanaman. Untuk mendapatkan media yang subur dan gembur dapat dibuat dengan cara mencampurkan beberapa media yang mempunyai karakteristik berbeda dengan perbandingan tertentu hingga didapat bentuk campuran media yang sesuai dengan kebutuhan jenis bahan tanam.

Jika menggunakan tanah sebagai bahan campuran media semai gunakan tanah pada lapisan subsoil karena pada lapisan ini tanahnya lebih sedikit mengandung mikroorganisme patogen. Bahan lain yang ditambahkan selain tanah dapat berupa pupuk kandang atau kompos.

Monday, March 2, 2015

Media tanam dalam polibag

Agar benih yang disapih dapat tumbuh dengan baik, maka penyapihan harus dilakukan pada media dan wadah yang sesuai.
1) Penyiapan tempat media tumbuh (polibag)
Persyaratan wadah untuk penyapihan bibit adalah sebagai berikut :
  • Bahan wadah cukup kuat, ringan sehingga mudah dipindah
  • Ukuran wadah harus sesuai dengan ukuran tanaman yang ditanam sehingga akan memberi keseimbangan anata tanaman dan wadahnya
  • Cukup dalamnya untuk menampung perakaran tanaman secara memadai agar dapat tumbuh secara optimal
  • Mempunyai lubang pembuangan air.

Umumnya wadah (tempat media tumbuh) yang banyak digunakan dalam pembibitan adalah pot, kantong plastik, polibag, bak perkecambahan, bahkan dapat menggunakan daun pisang atau daun kelapa. Tempat media tumbuh yang umum digunakan dalam produksi pembibitan adalah polibag/pot.
Polibag singkatan dari Poly Ethylin bag yang artinya kantong yang terbuat dari bahan plastik berwarna hitam. Ukuran polibag yang dapat dijumpai di pasaran berukuran mulai dari diameter 10 cm sampai dengan diameter 40 cm.

Setiap wadah/tempat media tumbuh yang digunakan sebagaio tempat media tumbuh harus dibuat lubang drainase.Umumnya wadah (tempat media tumbuh) yang banyak digunakan dalam pembibitan adalah pot, kantong plastik, polibag, bak perkecambahan, bahkan dapat menggunakan daun pisang atau daun kelapa. Tempat media tumbuh yang umum digunakan dalam produksi pembibitan adalah polibag/pot.

Polibag singkatan dari Poly Ethylin bag yang artinya kantong yang terbuat dari bahan plastik berwarna hitam. Ukuran polibag yang dapat dijumpai di pasaran berukuran mulai dari diameter 10 cm sampai dengan diameter 40 cm. Setiap wadah/tempat media tumbuh yang digunakan sebagaio tempat media tumbuh harus dibuat lubang drainase.

2) Fungsi lubang drainase :
a) Untuk mengalirkan keleihan air/sisa pemupukan
b) Membantu mengatur suhu media tanam agar tidak terlalu panas
c) Membantu mengatur aerasi pada media tumbuh.
Untuk membuat lubang drainase pada polibag dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan pembolong kertas. Jumlah lubang yang harus disediakan disesuaikan dengan ukuran dari polibag, sehingga mampu berperan sebagai fungsinya mengalirkan kelebihan air dan lain-lain.

Jenis dan ukuran tempat persemaian/pembibitan tanaman

Untuk mendukung tumbuhnya benih dan kecambah yang disemai serta penyapihan bibit yang baik, maka dibutuhkan suatu tempat yang sesuai dengan keperluannya. Umumnya tempat pembibitan yang banyak digunakan antara lain :

1) Raised bed
Adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan atau guludan pada lahan datar tanpa menggunakan atap/naungan diatasnya.
 
2) Sunked bed
Adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan dan pada bagian-bagian atasnya diberi atap/naungan yang dapat dibuka tutup.
Tempat pemibibitan ini biasanya digunakan untuk daerah yang kelembabannya rendah dan tiupan anginnya cukup kencang. Tempat pembibitan jenis Sunked Bed yang banyak digunakan antara lain :

a) Shade house
Adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan/guludan pada lahan datar dengan dilengkapi naungan yang dapat dibuka dan ditutup pada bagian naungannya.

b) Green house
Green house adalah tempat pembibitan yang berbentuk rumah kaca yang dapat dikendalikan temperaturnya dan kelembaban udara didalamnya sesuai dengan kebutuhan benih kecambah yang ditanam.

Pada dasarnya tempat pembibitan dibuat dengan cara yang sama, terdiri dari bedengan dengan naungan atau tanpa naungan. Hanya bedanya dalam perlakuannya tergantung pada tujuan kebutuhan

c. Bedengan
Bedengan merupakan luasan lahan tertentu yang dibuat untuk menghindari terjadinya genangan air pada tempat pembibitan yang dapat mengakibatkan jeleknya aerasi. Bedengan dibuat memanjang dengan arah utara selatan dengan maksud agar bedengan tersebut dapat menerima cahaya matahari dengan cukup dan merata.

Ukuran yang digunakan untuk membuat bedengan ini adalah:
1) Lebar bedengan 100 – 150 cm
Lebar bedengan ini dapat lebih atau bahkan kurang dari ukuran itu. Hal ini tergantung dari tujuan kebutuhan pembibitan.
 
2) Panjang bedengan 5 – 10 m
Panjang bedengan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan, bisa lebih dari 5 m atau kurang dari ukuran 10 m. Jika kebutuhannya lebih dari 10 m, sebaiknya dibuat bedengan baru dengan ukuran yang sesuai kebutuhannya dengan jarak antar bedengan 0,5 m atau lebih.

3) Tinggi bedengan 20 cm
Tinggi bedengan ini bisa kurang 20 cm atau lebih dari 20 cm. Sesungguhnya tinggi bedengan ini, susah dipastikan. Bedengan yang ditinggikan dimaksudkan untuk menghindari terjadinya genangan air pada lahan bedengan yang dapat mengganggu pertumbuhan akan pada tanaman muda.

Umumnya macam bedengan yang direkomendasikan untuk digunakan sebagai tempat tumbuhnya benih terdiri dari :
1) Bedengan yang digunakan sebagai tempat untuk menumbuhkan benih secara langsung.
Bedengan ini biasanya dibuat tempat untuk menyemai benih yang jenis tumbuhnya agak lama dan mudah dipindahkan kecambah/bibitnya misal : ceisin, tomat dan lain-lain.
 
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan bedengan ini antara:
a) Tanah dikondisikan gembur dan subur
b) pH tanah dikondisikan netral atau sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Kondisi fisik tanah yang gembur dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan akar, terutama kebutuhan aerasi yang cukup. Sedangkan kesuburan dibutuhkan tanah sebagai hara/makanan bagi benih setelah berkecambah agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi bibit. Untuk mengkondisikan tanah menjadi gembur dan subur dapat dilakukan dengan cara mencampur pupuk organik (pupuk kandang, kompos), pasir dan tanah dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan jenis benih yang disemai.

2) Bedengan sebagai tempat polibag, pot dan bak perkecambahan dari benih yang disemai
Pada bedengan ini, tanah bedengan tidak perlu dibuat menjadi gembur dan subur bedengan cukup ditinggikan dari permukaan tanah (misal 20 cm) dan permukaannya dibuat rata.
Benih yang disemai pada bedengan, pada awal pertumbuhannya diperlukan kondisi lingkungan terutama suhu dan kelembaban yang optimal untuk memenuhi pertumbuhannya. Untuk memenuhi kondisi tersebut pada bedengan diberi naungan.
Naungan yang dimaksud sebagai suatu atap peneduh bagi benih kecambah yang disemai, kecambah ataupun bibit yang masih muda yang belum mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan di lokasi penanaman yang sebenarnya.

Fungsi naungan :
a) Untuk melindungi tanaman muda terhadap sengatan terik matahari dan jatuhnya air hujan deras.
b) Untuk menyediakan intensitas sinar matahari yang sesuai dengan kebutuhan tanaman muda.
c) Mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar pada tanaman muda.
d) Mengatur sinar matahari yang masuk ke pembibitan hanya berkisar antara 30 - 60% saja.
e) Menciptakan iklim mikro yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit.
f) Menghindarkan bibit dari sengatan matahari langsung yang dapat membakar daun-daun muda.
g) Menurunkan suhu tanah di siang hari, memelihara kelembaban tanah, mengurangi derasnya curahan air hujan dan menghemat penyiraman air.

Jenis naungan berdasarkan bentuknya adalah :
a) Naungan bentuk atap datar atau horizontal
b) Naungan bentuk miring
c) Naungan bentuk sungkup.
 
Naungan sebagai pelindung tanaman muda dapat dibuat dari berbagai bahan seperti: plastik transparan, paranet, daun kelapa, alang-alang dan lain-lain. Ukuran yang digunakan untuk naungan : lebar dan panjangnya disesuaikan dengan ukuran bedengan.

Umumnya naungan ini, dirancang menghadap ke arah Timur – Barat, dengan tujuan agar tanaman muda mendapatkan sinar matahari pagi lebih banyak di bandingkan dengan sore hari. Sedangkan tinggi naungan disesuaikan dengan bentuk naungan dan jenis tanaman.
Misal : Bentuk naungan miring menghadap Timur – barat. Bentuk naungan ini dibuat dengan ukuran sebelah timur dengan tinggi antara 120 – 180 cm, sedang sebelah baratnya antara 90 – 120 cm. Bentuk sungkup tinggi antara 50 – 75 cm

Penentuan tinggi, pada dasarnya adalah dengan mempertimbangkan tinggi maximal tanaman muda di tempat pembibitan, pada ujung pucuk tanaman muda harus ada jarak dengan atap naungan yang lebarnya disesuaikan dengan pengaliran serkulasi udara, suhu dan kelambaban. Untuk membuat naungan, pemasangan kerangka naungan dengan menggunakan bahan dari bambu, kayu, besi dan lain-lain yang berbentuk tiang yang ditancapkan pada bagian sudut-sudut bedengan dan bagian pinggir lainnya. Kemudian memasang atapnya dengan bahan plastik transparan, anyaman daun kelapa, paranet dan lain-lain pada bagian atasnya. Untuk naungan yang berbentuk sungkup, bentuk kerangka naungannya dibentuk sungkup pada sepanjang bedengan.

Pengertian tempat persemaian tanaman

Pengertian tempat persemaian
Tempat persemaian merupakan suatu tempat yang digunakan untuk melakukan penyemaian benih/kecambah dan menyapih bibit yang bersifat sementara sampai menjadi bibit siap tanam di lahan.

Selama di pesemaian bibit tanaman sangat rentan terhadap kekeringan. Sumber air untuk pesemaian harus tersedia, sumber air bisa berupa sungai, kolam, sumur atau saluran irigasi. Sumber air yang dekat dan selalu tersedia bisa mensuplai air secara terus-menerus dengan biaya yang lebih sedikit. Letak sumber air yang sedikit lebih tinggi dari lokasi pesemaian akan lebih baik karena biaya dan tenaga yang dikeluarkan akan lebih hemat.

Arah bedengan pesemaian membentang dari utara ke selatan sehingga sinar matahari pagi dari timur bisa terserap optimal oleh bibit tanaman. Letak lokasi pesemaian sebaiknya berada sedikit lebih tinggi dari tanah sekitarnya hal ini untuk menghindari lokasi pesemaian dari genangan air bila curah hujan cukup tinggi. Lokasi pesemaian yang lebih rendah dapat dipilih asal disertai dengan sistem drainase yang baik agar kelebihan air baik dari penyiraman atau dari air hujan dapat terbuang dengan cepat.

Persyaratan tempat persemaian/pembibitan:
  1. Lahan bersih dari gulma, sisa tanaman sekelilingnya dan kotora
  2.  Suhu, kelembaban dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan
  3. Sirkulasi udara lancar
  4. Terlindung dari angin kencang, sengatan matahari dan hujan
  5. Media tumbuh harus gembur dan subur
  6. Tidak tergenang ai
  7. Dekat sumber air dan airnya tersedia sepanjang tahun, terutama untuk menghadapi musim kemarau.
  8. Dekat jalan yang dapat dilewati kendaraan roda empat, untuk memudahkan kegiatan pengangkutan keluar dan masuk kebun.
  9. Terpusat sehingga memudahkan dalam perawatan dan pengawasan.
  10. Luasnya disesuaikan dengan kebutuhan produksi bibit.
  11. Lahan datar dan drainase baik.
  12. Teduh dan terlindung dari ternak.

Lahan sebagai tempat kegiatan dari pembibitan tanaman harus benar-benar bersih dari sampah dan tanaman pengganggu. Oleh karena itu pembersihan lahan sangatlah penting agar lahan tersebut terbebas dari sisa-sisa tanaman sebelumnya atau rerumputan semak-semak yang tumbuh, batu-batuan maupun sisa-sisa perakaran dari tanaman sebelumnya yang dapat mengganggu pertumbuhan akar bibit nantinya.
Selama ini banyak cara dalam melakukan pembersihan lahan seperti pembabatan, penggunaan pestisida dan pembakaran. Pembersihan lahan yang terbaik adalah dengan membabat sisa-sisa tanaman atau rerumputan, lalu mengumpulkannya pada tempat tertentu untuk selanjutnya dijadikan pupuk kompos.

Pembersihan lahan dengan cara pembabatan dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut
  1. Apabila yang ditanam sebelumnya merupakan jenis tanaman yang saat penanaman meninggalkan bagian tanaman yang masih utuh dan sulit membusuk misal cabe, jagung dan lain-lain, maka cara membersihkannya adalah mencabut sisa-sia tanaman tersebut dengan tangan.
  2. Apabila yang ditanam sebelumnya merupakan tanaman yang meninggalkan bonggol, maka cara membersihkannya adalah dengan membongkar bonggol tersebut.
  3. Selain jenis tanaman diatas, apabila jenis tanaman yang saat dipanen meninggalkan bagian-bagian tanaman yang mudah mengering dan membusuk misal; padi, kacang hijau dan lain-lain, cara membersihkannya adalah dengan mencabut menggunakan sabit.

Sisa-sisa tanaman dari pembersihan lahan tersebut dikumpulan jadi satu, untuk digunakan sebagai bahan pembuat kompos. Sedangkan untuk batu-batuan atau kerikil perlu disingkirkan ke tempat yang agak jauh dari tempat pembibitan.

Pembersihan lahan dengan membabat sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang tumbuh lalu dikumpulkan pada tempat tertentu kemudian dibakar, akan berakibat turunnya kualitas tanah pada tanah bekas pembakaran dengan menurunkan kandungan bahan organik tanah yang merupakan sumber unsur hara bagi tanaman dan mikro organisme. Selain itu asap yang ditimbulkan oleh pembakaran akan berakibat buruk pada lingkungan.
Pembersihan lahan dengan menggunakan herbisida yang disemprotkan pada lahan dengan konsentrasi sesuai anjuran, sebaiknya dipakai sebagai alternatif terakhir dan dilakukan apabila terpaksa. Penggunaan pestisida ini dapat berpengaruh pada pencemaran terhadap lingkungan, baik pada tanah maupun air yang disebabkan oleh terbawanya aliran permukaan akibat air hujan.

Teknik penyiapan bahan tanam/benih

Teknik penyiapan bahan tanam/benih
Setelah biji dikeluarkan dari buah bersihkan daging buah dan lendir yang menempel. Biji kemudian dipilih sesuai dengan kriteria benih yang baik yaitu padat, bernas, bentuk dan ukurannya seragam, tidak cacat dan tidak terkena hama dan penyakit.

Ada beberapa tanaman yang bijinya harus segera ditanam setelah dikeluarkan dari buah atau polongnya. Biji seperti ini dikenal dengan nama biji rekalsitrans yaitu biji yang daya kecambahnya akan menurun jika disimpan terlalu lama atau bahkan tidak akan tumbuh jika dikeringkan. Contoh biji rekalsitrans adalah : biji Meranti, Mahoni, Mimba, Mangga, Durian, Adenium.

Untuk biji yang berukuran besar seperti biji mangga atau durian, pembersihan cukup dilakukan dengan mencucinya menggunakan air bersih. Sementara itu, untuk biji berukuran kecil seperti biji jambu, atau biji yang terbungkus lapisan pembungkus (pectin) seperti biji pepaya, pembersihan dilakukan dengan meremas-remasnya menggunakan abu gosok sampai lendirnya hilang, lalu dicuci dengan air bersih.

Setelah bersih, biji diseleksi dengan melihat penampilan fisiknya. Biji yang memenuhi syarat sebagai benih adalah biji yang padat dan bernas, bentuk dan ukurannya seragam, permukaan kulitnya bersih dan tidak cacat. Kemudian biji hasil seleksi fisik direndam dalam air. Pilih biji yang tenggelam, karena ini menandakan daya kecambahnya lebih tinggi dibandingkan dengan biji yang terapung. Biij-biji inilah yang digunakan untuk memperbanyak tanaman secara generatif.

Sementara itu, untuk mencegah serangan penyakit, rendam biji di dalam larutan fungisida dan bakterisida seperti Benlate atau Dithane dengan dosis 2-3 gram/liter. Bisa juga menggunakan larutan formalin 4% atau sublimat 1% dengan dosis sesuai dengan aturan yang tertera di label kemasan. Ada beberapa tanaman yang bijinya harus segera disemai setelah dikeluarkan dari buah atau polongnya. Biji seperti ini dikenal dengan biji rekalsitrans yaitu biji yang daya kecambahnya akan menurun jika disimpan terlalu lama, atau bahkan tidaka akan tumbuh jika dikeringkan. Contohnya adalah biji kemiri, meranti, mahoni, mangga, durian, dan nangka.

Namun, ada juga biji yang tetap berdaya kecambah tinggi walaupun sudah dikeringkan sampai kadar airnya hanya 5-10% dan disimpan dalam waktu yang lama. Asalkan dikemas dengan baik dan selalu terjaga suhu, cahaya dan kelembabannya. Biji seperti ini disebut biji orthodok. Contohnya adalah biji sayuran seperti cabai dan tomat; biji tanaman buah berumur pendek seperti semangka, melon, dan pepaya; serta biji tanaman kehutanan seperti jati dan sengon.

Teknik penyiapan bahan tanam/benih dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1) Pilih benih bermutu, tidak ada infestasi OPT di persemaian maupun di pertanaman, tidak keracunan unsur kimia berlebihan, tidak terjadi defisiensi unsur hara, bibit sehat dan tegar, bibit lebih cepat tumbuh, bibit tumbuh seragam.
 
2) Seleksi benih dengan perendaman dalam air bersih, benih yang terapung dibuang, atau hanya yang tenggelam saja yang digunakan. Benih dibilas, direndam 24 jam lalu diperam / ditiriskan 48 jam.(contoh benih padi)

3) Untuk memastikan benih yang tenggelam tersebut benar-benar baik, maka uji kembali benih tersebut dengan memasukkannya ke dalam air yang sudak diberi garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung. Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut. Benih yang telah diuji lalu direndam dalam air biasa selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam 2-3 hari ditempat yang lembab hingga keluar calon tunas.

Menentukan benih berkualitas (contoh jagung) dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
1) Fisik
a) Ukuran benih seragam.
b) Bebas jamur/hama gudang.
c) Daya kecambah baik.
 
2) Morfologis
a) Sifat yang khas dan tanaman seragam.
b) Tahan cekaman lingkungan.

3) Pertumbuhan
a) Pertumbuhan awal/vigor kokoh.
b) Tahan hama dan penyakit.
c) Tanggap terhadap pemupukan.
d) Tahan rebah karena memiliki perakaran yang kuat.
 
4) Hasil
e) Kelobot tertutup rapat.
f) Ukuran tongkol besar.
g) Produksi dan rendemen tinggi.
h) Biji rapat dan berat.
i) Biji tertata rapi
Supaya produksi yang dihasilkan tinggi, maka benih yang digunakan sebaiknya benih yang bermutu dari varietas unggul, benih bermutu adalah benih yang mempunyai daya kecambah tinggi, tidak tercampur dengan varietas lain, tidak mengandung kotoran warna dan berat biji seperti dikehendaki, tingkat keseragaman tinggi, bebas dari kerusakan biji dan bebas dari penyakit benih bawaan. Benih bermutu dapat diperoleh apabila kita menggunakan benih bersertifikat, sedangkan varietas unggul mempunyai sifat produksi tinggi, umur pendek, respon terhadap pemupukan, tahan terhadap hama dan penyakit beradaptasi baik pada berbagai lingkungan.

Sebaiknya setiap penanaman menggunakan benih baru, apabila benih mahal dan sulit diperoleh maka benih unggul yang ditanam dapat digunakan sampai beberapa kali turunan. Benih yang digunakan dapat berasal dari panen sendiri atau beli di toko, tetapi lebih baik menggunakan benih/bibit sendiri karena tidak semua penjual benih/bibit dapat dipercaya megenai mutu seleksi yang dilakukannya.
Biasanya penjual benih/bibit telah memilih bibit yang baik untuk keperluan sendiri sehingga yang dijual kepada umum adalah sisanya yang kemungkinan mutunya sudah tidak dapat dipertanggung- jawabkan. Pengangkutan dapat merusakkan benih/bibit dan dapat mendatangkan hama dan penyakit.

Saturday, November 29, 2014

Cara mengobati asam urat secara alami dan tanpa efek samping

Asam urat merupakan salah penyakit yang banyak dialami oleh sebagian besar masyarakat di indonesia,penyakit ini merupakan jenis penyakit yang menyerang persendian pada bagian tubuh seperti kaki,tangan dan bisa juga menyerang pada area persendiaan bagian tubuh yang lain.asam urat disebabkan karena banyaknya kandungan kadar  zat purin yang terdapat pada bagian persendiaan,zat purin ini didapat dari berbagai jenis makanan yang kita konsumsi jenis makanan yang banyak mengandung zat purin contohnya adalah makanan hewani seperti daging,ikan laut,makanan ekstrak seperti abon dan juga makanan kaleng.Tidak hanya itu saja zat purin juga terdapat pada jenis sayuran seperti bayam,kangkung,kacang-kacangan dan masih banyak lagi sayuran lain yang mengandung zat purin.

Penyakit asam urat memang tidak terlalu berbahaya dan tidak menimbulkan resiko kematian akan tetapi resiko yang paling fatal adalah bisa menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya maka dari itu diperlukan pengobatan dan penanganan yang intensif agar tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan.Cara pengobatan asam urat secara alami pun bisa dilakukan yaitu dengan melakukan beberapa hal seperti mengontrol pola makan yaitu dengan mengurangi makanan yang banyak mengandung kadar zat purin jenis makanan seperi daging, jeroan  terus makanan kaleng yang mengandung bahan pengawet serta makanan laut, jenis makanan ini mengandunng kadar asam  urat yang tinggi  sehingga perlu dihindari agar kadar zat purin tidak bertambah banyak dan bisa berkurang.

Hal lain yang perlu dilakukan untuk mengobati asam urat secara alami adalah dengan perbanyak konsumsi air putih minimal delapan gelas perhari,karena air putih sangat baik bagi kesehatan dengan asupan air putih yang cukup maka berbagai zat racun berbahaya akan bisa dikeluarkan dari dalam tubuh termasuk zat purin penyebab asam urat ini, dengan air putih ginjal pun akan terjaga dan bersih kesehatanya karena semua racun bisa dikeluarkan.

Asam urat juga dapat diobati dengan rajin mengkonsumsi minuman jus buah alami seperti jus lemon ,jus buah cerry ,jus lemon terbukti akan membantu tubuh dalam membentuk zat kalsium karbonat zat ini berperan penting guna menetralkan kadar asam urat yang tinggi ,kemudia buah cerry juga bisa membantu untuk mengurangi rasa sakit dan rasa nyeri pada persendian karena buah cerry memiliki kandungan nutrisi dan kalium yang baik untuk mengobati asam urat.

Untuk membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh juga bisa dilakukan cara menkonsumsi vitamin C , anjuran konsumsi yang baik adalah , konsumsi vitamin C 1000mg perjam  dikonsumsi pada saat pertama serangan asam urat atau awal rasa sakit dan setelah itu konsumsi lagi dengan dosis vitamin C 300-500mg per hari ini dilakukan untuk langkah pencegahan, selain vitamin C kita juga bisa mengkonsumsi Cuka madu setiap hari,  cuka madu bisa membantu menetralkan zat asam urat dalam tubuh serta membantu ginjal dalam proses menghancurkan kadar zat asam urat yang mengkristal sehingga mempermudah dalam proses mengeluarkanya.

 Cara mengobati asam urat seperti ini memang sangat perlu dilakukan agar bisa sembuh dan terhindar dari penyakit asam urat ini maka dari itu sangat diperlukan kebiasaan dan pola hidup sehat sehingga penyakit asam urat juga dapat dicegah secara dini. Demikianlah mengenai cara mengobati asam urat secara alami dan tanpa efek samping semoga bisa beranfaat